Akibat Dari Skuad Yang Minimalis

Akibat Dari Skuad Yang Minimalis

Akibat Dari Skuad Yang Minimalis – Empat hari terakhir bagi The Reds julukan tim Liverpool tak ubahnya seperti roller coaster. Liverpool yang merayakan natal sebagai pemuncak klasemen Premier League dipaksa merayakan Tahun Baru 2014 sebagai tim di luar empat besar atau big four alias zona Champions.

 Semua itu di karenakan hasil yang kurang bagus menyusul kekalahan away beruntun. Masing – masing dengan skor 1-2 dari Manchester City di Boxing Day ( 26/12 ) dan Chelsea kemarin dini hari WIB ( 30/12 ). Tetap mengoleksi 36 poin dari 19 pertandingan, The reds tertinggal selisih 6 poin dari peringkat pemuncak teratas klasemen yakni Arsenal. Lalu Manchester City ( 41 poin ), Chelsea ( 40 poin )bahkan kini disalip rival Merseyside Everton ( 37 poin ).

Memang kompetisi Premier League masih separo jalan dan target The Reds untuk finis empat besar tentu saja masih terbuka lebar. Tapi seiring juara bertahan Manchester United yang membayangi di bawahnya hanya dengan selisih 2 poin, The Reds belum berada di zona nyaman.

Juga jangan lupakan Tottenham Hotspur ( 34 poin ) yang mulai bangkit lagi dibawah sentuhan pelatih anyar Tim Sherwood maupun Newcastle United ( 33 poin )yang sering membuat tim tim besar keteteran menghadapinya. Dari hasil kekalahan terakhir, The Reds tampaknya bermasalah terkait dengan cara mempertahankan keunggulan. Bagaimana tidak, mampu menciptakan gol lebih dulu tetapi tidak mampu membendung tuan rumah untuk  mengejar lalu membalik kedudukan.

Melawan Manchester City, Philippe Coutinho di menit ke 24 membuka gol, setelah itu dibalas dengan gol-gol dari Vincent Kompany tujuh menit berselang dan Alvaro Negredo sebelum turun minum. Situasinya hampir mirip Stamford Bridge kemarin. Martin Skrtel mencetak gol cepat saat pertandingan baru berjalan tiga menit juga dibalas aksi Eden Hazard di menit 17 dan di menit 34 oleh Samuel Eto o. “ jangan buru buru mencoret kami ( dari empat besar ). Tidak ada alasan kami tidak mampu terlibat dalam persaingan. Ini adalah laga yang kompetitif karena anda bisa jatuh kapanpun dari peringkat pertama ke peringkat kelima, “ ujar pelatih Liverpool Brendan Rodgers.

Pelatih Brendan Rodgers menilai dua kekalahan beruntun timnya tidak lepas dari minimnya kedalaman skuadnya. “ kami tidak mampu menghadapi dua laga sulit melawan dua tim yang memiliki skud besar. Skuad kami minimalis dan pada awal musim kami cukup beruntung tidak ada pemain yang cedera. Situasinya masih bagus 3-4 pekan lalu ( sebelum banyak pemain cedera ) ujar mantan pelatih tim reserve Chelsea pada 2006 tersebut. Sementara itu pelatih Chelsea Jose Mourinho menyebutkan, Liverpool tidak hanya masih sangat berpeluang finis empat besar, melainkan juga keluar sebagai juara. Terkait dengan kemenangan timnya, pelatih Jose Mourinho memuji kinerja anak asuhnya karena menunjukkan perjuangan luar biasa.