Ballon d’Or 2013 Tahunnya Cristiano Ronaldo

Ballon d’Or 2013 Tahunnya Cristiano Ronaldo – 2013 adalah milik Cristiano Ronaldo, oleh karena itu Ballon d’Or tampak seperti kue yang siap dia santap, bahkan dia tak membutuhkan pengakuan dari FIFA untuk gelar tersebut.

Zinedine Zidane di 1998, Luis Figo di 2000, atau Fabio Cannavaro di 2006 membuktikan bahwa Ballon d’Or jatuh pada pemain yang menampilkan kejayaan bagi timnya. Butuh seorang figur yang persuasif untuk meraih trofi penghargaan individual tersebut bila dia tak termasuk dalam tim yang meraih kesuksesan besar di tahun yang sama, tapi Cristiano Ronaldo berhasil melawan norma tersebut di 2013.

Penyerang Real Madrid, tahun 2008 juga mendapatkan gelar serupa, dia adalah orang terakhir yang memenangi gelar sebelum Lionel Messi memonopolinya selama empat tahun beruntun.

Dia terlihat akan memutuskan rangkaian dominasi Messi di seremoni yang dihelat FIFA pada awal pekan ini, kendati Franck Ribery yang termasuk dalam tiga besar juga menjalani tahun yang fantastis bersama Bayern.

Ronaldo mencetak 66 gol di 56 pertandingan di semua ajang bagi klub dan negaranya – rekening gol tersebut sudah menjadi catatan tebal bagi pemilih, bahkan diselingi fakta bahwa pesaing terberatnya Lionel Messi harus cedera selama dua bulan.

Tanpa turnamen internasional bagi tim Eropa, Ronaldo bahkan membuat tahun 2013 lebih berkesan sebagai tahunnya, seperti dua gol Zidane di tahun 1998 saat Prancis menjadi juara dunia atau saat Cannavaro melakukan penyelamatan gemilang terhadap Thierry Henry di 2006.

Ronaldo v Messi v Ribery

 

Cristiano Ronaldo Lionel Messi Franck Ribery
Appearances 56 45 52
Goals 66 42 22
Shots on target 160 87 56
Shots off target 136 59 36
Shooting accuracy 54% 60% 61%
Goal assists 15 15 18
Chances created 94 70 149
Total passes 1901 2136 2903
Dribbles & runs 252 331 1084
Won 40 26 45
Drawn 10 14 4
Lost 6 5 3

Mimpi Portugal untuk melangkah di ajang Piala Dunia Brazil 2014 berada diujung tanduk karena harus melewati babak playoff melawan Swedia yang diperkuat Zlatan Ibrahimovic. Dan dibulan November, Ronaldo yang mencetak satu-satunya gol kemenangan di markas Portugal harus memimpin timnya berlaga di Swedia.

Ronaldo mampu tampil brilian, dia mampu membalikkan keadaan 2-1 menjadi 3-2. Hattricknya menjadi jembatan impian bagi Portugal untuk berlaga di Brazil Juni 2014. Pada pertandingan itu kita bisa melihat penampilan terbaik Ronaldo, dia tak terhentikan, finishingnya, kesempurnaan fisik dan hasrat untuk menang dan menolak untuk kalah di dalam kondisi apapun.

Jika Ronaldo bisa mereplikasi semua itu untuk tahun ini dan membawanya di Piala Dunia 2014, kita bisa melihatnya meraih bola emas tahun depan.