Thiago Silva Tidak Pernah Mau Meninggalkan AC Milan

Thiago Silva Tidak Pernah Mau Meninggalkan AC Milan

Thiago Silva Tidak Pernah Mau Meninggalkan AC Milan – Pemain Paris Saint Germain asal Brazil yakni Thiago Silva mengklaim dirinya dipaksa untuk meninggalkan klubnya yang lama tersebut. Dia sudah beberapa kali mengungkapkan hal ini ke depan publik. Dia merasa bahwa dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi di klub tersebut.

Silva menyatakan juga sebenarnya pihak klub sudah terang menyebutkan agar Silva mencari klub baru. Tetapi, sebenarnya Silva masih senang berada di bawah panji Il Diavolo Rosso. Silva menyatakan semua teman dan keluarganya senang bahwa Silva masih bermain di Milan dan itu adalah sebuah keuntungan. Silva bersikeras tidak akan meninggalkan Milan sehingga boleh dibilang dia akan tetap bertahan di Milan sampai kontraknya benar-benar habis dan tidak diperpanjang lagi.

Thiago Silva menegaskan dengan sangat keras bahwa sebenarnya dia masih betah di AC Milan tetapi kemudian dipaksa untuk pindah ke klubnya saat ini yakni PSG. Dia memang kesal pada awalnya. Tetapi, kemudian dia sadar bahwa Milan harus menjualnya karena untuk memenuhi kebutuhan FIFA Financial Fair Play. Baginya itu adaah sebuah hiburan yang membahagiakan dan menggembirakan walau dia sudah tidak berkontribusi di lapangan bersama rekan-rekannya di San Siro tetapi dia membantu kesehatan keuangan Milan. Tak dapat dipungkiri Milan terpaksa menjual dua bintangnya yakni Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke Paris Saint Germain pada musim panas tahun 2012 karena untuk memenuhi keseimbangan catatan keuangan.

Pemain internasional Brazil tersebut dilego ke PSG dengan banderol lebih dari 40 Juta Euro dan dia bergabung ke kubu Parc Des Princes hanya beberapa hari setelah kepastian deal lainnya antara Rossonero dengan Des Parisiens mengenai kepindahan Ibrahimovic ke PSG. Kedua pemain tersebut sebenarnya sudah beberapa kali berbicara tentang ketidak senangan mereka atas penjualan paksa mereka dari pintu Milanello. Ibrahimovic masih belum bisa memahami cara penjualan dan kepindahan seperti itu maka dia boleh dibilang masih dendam terhadap Milan. Sedangkan Thiago Silva sudah bisa memahami pemikiran klubnya kenapa harus menjual mereka berdua.

“Kalian harus bertanya kepada mereka yang bertugas mengatur tentang transfer dan perpindahan karena saya selalu bilang dan mengulang bahwa saya tidak akan meninggalkan Milan jika tidak dipaksa. Kemudian, bagaimana pun, ternyata klub lebih memilih untuk menjual saya untuk menyeimbangkan keuangan mereka dan itu berhasil. Saya senang akan hal tersebut.

Lihat saja, Milan telah membuat sebuah deal yang bagus. Mereka membeli saya dengan harga 10 Juta Euro dan enjual saya dengan harga 42 juta Euro. Jadi mereka telah untung 32 juta Euro bukan? Saya senang bisa membantu mereka. Saya berharap mereka membeli saya lagi ketika keuangan mereka sudah sehat dan mampu.” Kata Thiago Silva kepada salah seorang wartawan majalah mingguan.